Kisah Lengkap Praperadilan Siman Bahar yang Kandas, Pengusaha Kalbar Kembali Jadi Tersangka Dugaan Korupsi KPK

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK — Siman Bahar merupakan salah satu pengusaha besar di Kalimantan Barat.

Belakangan Siman Bahar bermasalah dengan hukum.

Tak tanggung-tanggung, Siman Bahar berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kalau sudah kontak dengan lembaga antirasuah, dugaan dan tuntutannya pasti terkait kasus korupsi.

Terbaru, Siman Bahar, pengusaha asal Kalimantan Barat, kembali menjadi tersangka kasus dugaan korupsi. Kasus tersebut terkait kerjasama pengolahan anoda logam.

Siman Bahar adalah Direktur PT Loco Montrado. Siman Bahar berhasil dicegah dan dicegah atau dicekal oleh KPK, setelah ditetapkan sebagai tersangka penyidik ​​menetapkannya.

Penetapan pria bernama lain Bong Kin Phin itu dilakukan setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak praperadilan yang diajukan Siman Bahar.

Kepala Bagian Pelaporan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis kepada awak media, Selasa 6 Juni 2023 menyatakan, penyidikan dugaan korupsi pengolahan logam anoda di PT AT Tbk dan PT LM pada tahun 2017 dibuka kembali.

Ali Fikri menegaskan KPK telah menetapkan Direktur Utama PT LM sebagai tersangka. Sementara itu, KPK telah melarang Siman Bahar bepergian ke luar negeri selama 6 bulan. Ketentuan ini berlaku sejak 23 Mei 2023.

KPK telah mengajukan Larangan ke Direktorat Jenderal Imigrasi terhadap Siman Bahar. Tujuannya agar tersangka tidak bepergian ke luar negeri, kata Ali Fikri.

Ali Fikri menambahkan, bila dirasa perlu, pencegahan bisa diperpanjang enam bulan lagi.

Larangan itu dilakukan KPK untuk memudahkan penyidik ​​KPK memanggil Siman Bahar untuk diperiksa bila diperlukan.

Dalam kasus ini, nama Siman Bahar muncul setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut inisial SM yang diduga sebagai pelaku transaksi besar.

Saat menghadiri jumpa pers di Kantor Menkopolhukam pada 22 Maret 2023, Sri Mulyani mengatakan, berinisial SM diawasi PPATK karena adanya transaksi mencurigakan. Tak tanggung-tanggung, total nilainya lebih dari Rp 189 triliun.

Jika dibandingkan dengan APBD Kalbar, jumlah transaksinya bisa 3 kali lipat. Saat ini APBD Kalbar berkisar Rp6 triliun.

Sebelumnya status tersangka Direktur PT Loco Montrado Siman Bahar telah meninggal dunia dalam kasus dugaan korupsi terkait kerjasama pengolahan logam anoda antara PT Aneka Tambang (Antam) Tbk.

Leave a Comment