Sejarah, Keunikan, dan Pola Lantainya

Tari Barong Bali merupakan salah satu kesenian daerah yang sudah populer hingga mancanegara.

Pada tahun 2015 tari Barong Bali masuk dalam kategori tersebut Warisan Budaya Takbenda UNESCO atau Warisan Budaya Takbenda. keren banget kan!

Jika dulu tari Barong Bali hanya untuk tujuan adat saja, kini kesenian asal Pulau Dewata ini merambah menjadi sebuah wisata.

Lantas bagaimana dengan sejarah munculnya tari Barong Bali, keunikannya, pola lantai dansanya, hingga sobat MI bisa menikmati wisata seni tari Barong.

Sejarah Tari Barong Bali

Tarian Barong Bali
sumber: instagram.com/firakwan

Tarian yang muncul sebelum abad ke-16 ini memiliki versi cerita yang berbeda. Ada kabar yang menyebutkan bahwa tari Barong Bali aslinya berasal dari Tiongkok dan Jawa.

Tiongkok: Dibawa oleh Istri Raja Jayapangus

Tercatat dalam sejarah Bali, kesenian Barong berasal dari Tiongkok. Seorang raja bernama Jayapangus konon mempunyai istri keturunan Tionghoa yaitu Kang Ching Wie.

Raja Jayapangus merupakan salah satu raja paling terkenal di Bali yang berkuasa pada abad ke-12.

Kemudian, Kang Ching Wie dibawa ke Bali dan membawa budaya Tionghoa ke Pulau Dewata.

Gerakan dan bentuk tari Barong sekilas mirip dengan Barongsai Tiongkok. Namun keduanya mempunyai jalan cerita yang berbeda. Tarian Barong menitikberatkan pada Barong dan Rangda serta tokoh-tokoh lainnya.

Maka ketika Raja Jayapangus dan Kang Ching Wie meninggal dunia, masyarakat Bali memberikan penghormatan dengan membuat lambang Barong Landung.

Jawa: Perkembangan Seni Reog

Bagaimana bisa dikaitkan dengan kesenian Reog?

Yap, konon Raja Airlangga pernah singgah di Bali. Selama persinggahannya, Raja Airlangga membawa kesenian Reog dan alhasil menyebar ke wilayah Bali.

Airlangga merupakan pendiri kerajaan Kahuripan di Jawa Timur dan masih merupakan keturunan Mpu Sindok.

Anggapan bahwa tari Barong merupakan adopsi seni Reog bukan tanpa dasar.

Kedua kesenian tersebut sama-sama menampilkan sosok Barong yang tidak menggunakan mahkota merak atau catnip.

Selain itu, topeng yang digunakan Rangda dan Bujang Ganong dalam tarian Reog Ponorogo juga serupa.

Lantas, bagaimana alur cerita dari Tari Barong?

Tarian Barong Bali menceritakan tentang seorang Barong yang berusaha menghilangkan kesaktian Rangda. Hal ini dikarenakan Rangda berusaha menguasai dunia melalui ilmu hitamnya.

Dalam mitologi Bali, Barong adalah sosok yang berwujud singa. Barong dianggap sebagai raja roh yang mewakili kebajikan atau dikenal sebagai malaikat pelindung.

Sedangkan Rangda adalah musuh bebuyutan Barong. Rangda dikenal sebagai Ratu Iblis yang merupakan pemimpin pasukan penyihir jahat.

Dalam tari Barong, para laki-laki saling bertarung menggunakan keris. Namun ketika Barong muncul, mereka mengubah arah kerisnya dan menusukkan keris tersebut ke dalam dirinya.

Setelah itu, mereka mulai kesurupan. Melihat kondisi tersebut, Barong berusaha mengalahkan Rangda agar kondisi alam kembali seimbang.

Pada akhirnya Barong berhasil mengalahkan Rangda.

Para pria yang kesurupan tadi perlahan mulai menyadari dan mengalami reinkarnasi berkat percikan air suci.

Arti Tari Barong Bali

Konon, tari Barong dipercaya mampu mengusir penyakit akibat roh jahat yang suka mengganggu manusia.

Bagi masyarakat Bali, tari Barong merupakan tarian sakral yang mempunyai kedudukan tinggi dan setara dengan kesaktian para Dewa Hindu.

Di sisi lain, alur cerita Barong mengalahkan Rangda memberi makna. Kita sebagai manusia harus selalu menjaga keseimbangan antara dua hal yang berlawanan, yaitu baik dan jahat.

BACA JUGA: Sejarah Tari Bungong Jeumpa Dari Aceh!

Jenis Tari Barong Bali

Tarian Barong mempunyai berbagai macam jenis. Ada yang diilustrasikan sebagai singa, harimau, dan babi. Ya, bBerikut 7 Jenis Tari Barong Bali yang perlu sobat MI ketahui.

1. Barong Ket

Barong Ket, salah satu jenis tarian yang paling sering dipentaskan di Pulau Bali.

Tarian ini diilustrasikan sebagai sosok yang mirip manusia. Tingginya dua kali lipat manusia.

Barong laki-laki di sini disebut Jero Gede. Sedangkan perempuan tersebut bernama Jero Luh.

Jika dilihat dari perwujudannya, Barong Ket merupakan perpaduan antara singa, sapi, harimau, dan naga.

Kostum Barong Ket dihiasi dengan ratusan kaca kecil yang bentuknya seperti permata.

Dalam tarian ini ditampilkan dua orang penari yang disebut Juru Saluk atau Juru Bapang. Juru Saluk dilambangkan dengan sosok yang baik hati.

Penari ini nantinya akan dipasangkan dengan Rangda, sosok jahat yang melambangkan keburukan.

Konon, Barong Ket dimaksudkan untuk mengelabui makhluk halus yang kerap mengganggu manusia.

2. Barong Bangkal

Sobat MI bisa menjumpai tari Barong Bangkal di Hari Raya Galungan Kuningan. Pada hari itu, dua orang menari dari pintu ke pintu sambil berkeliling desa.

Gamelan batel atau tetamburan juga mengiringi tarian ini.

Barong Bangkal digambarkan dengan sosok Barong yang menyerupai babi dewasa.

Lalu kenapa disebut Bangkal? Pasalnya, babi jantan di wilayah Bali dikenal dengan nama Bangkal. Sehingga tidak diragukan lagi jika tarian ini disebut dengan tari Barong Bangkal.

3. Barong Landung

Nah, kalau tarian ini dimainkan oleh seorang penari. Namun di beberapa tempat di Bali, tari Barong Landung dibawakan oleh beberapa penari.

Nanti ada peran Mantri (raja), Galuh (permaisuri), Limbur (nyonya) dan lain sebagainya.

Konon, ada pula yang mengatakan tari Barong Landung merupakan perwujudan Raja Jayapangus.

4. Barong Macan

Barong Macan merupakan tari Barong yang bentuknya menyerupai harimau.

Tarian Barong ini cukup populer di kalangan masyarakat Bali.

Sama halnya dengan tari Barong Bangkal, tari Barong Macan juga dibawakan dengan cara ngelawang, yaitu dua orang menari berkeliling desa dari rumah ke rumah dengan diiringi musik gamelan batel.

Selain itu, Barong Macan juga ditampilkan dalam opera tradisional Bali.

5. Barong Asu

Sosok tarian ini konon menyerupai seekor anjing.

Barong Asu dibawakan dengan cara berkeliling desa dan diiringi gamelan batel, tetamburan, atau balaganjur.

Berbeda dengan tarian lainnya, tarian ini sudah mulai tenggelam.

Saat ini sobat MI hanya bisa menyaksikan tari Barong Asu di daerah Tabanan dan Badung saja.

6. Barong Gajah

Dari sekian banyak jenis tari Barong, tari ini sangat sakral bagi masyarakat Bali.

Sobat MI hanya bisa menemukan tari Barong Gajah di daerah Gianyar, Tabanan, Badung dan Bangli.

Sesuai dengan namanya, sosok dalam tarian ini menyerupai seekor gajah.

7. Barong Brutuk

Tarian Barong terbilang unik. Diketahui, pakaian Barong terbuat dari daun pisang yang dikeringkan. Sedangkan maskernya terbuat dari batok kelapa.

Barong Brutuk merupakan simbol dari makhluk suci yaitu para sahabat Ratu Gede Pancering Jagat sehingga sangat disakralkan oleh masyarakat Bali.

Lihat Halaman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal KebudayaanTari Barong Brutuk dipentaskan setiap dua tahun sekali pada hari bulan purnama Kapat.

Tarian Barong Brutuk nantinya akan dipentaskan di Pura Pancering Jagat. Tepatnya di Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

Pertunjukan tersebut merupakan tanda turunnya Tuhan dalam wujud Ratu Gede Pancering Jagat, Ratu Ayu Dalem Pingit, dan Ratu Sakti Maduwegama.

Penari dalam pertunjukan tari Barong Brutuk ini merupakan para remaja yang sudah disucikan dan masing-masing penari akan membawa sebuah cambuk yang dimainkannya sambil berjalan mengelilingi pura.

BACA JUGA: 4 Tarian Asal Riau Selain Zapin! Ada Tarian Pemanggilan Roh

Properti Tari Barong Bali

Sifat-sifat yang digunakan dalam pertunjukan tari Barong ini tidak jauh berbeda dengan tari asal Negeri Tirai Bambu ini. Ya, Barongsai.

Properti terpenting dalam tari Barong adalah topeng, kostum, dan musik pengiring.

Tari Barong menggunakan topeng dan kostum tubuh yang dikenakan oleh satu atau dua orang penari, mirip dengan Barongsai.

Keunikan Tari Barong Bali

Tarian yang masuk dalam catatan UNESCO ini punya keunikan tersendiri nih sobat MI. Bagaimana menurutmu?

1. Masker: Terbuat dari Berbagai Bahan dan Bentuk

Tarian unik dari Pulau Dewata yang pertama adalah topeng.

Biasanya, topeng dalam setiap pertunjukan terbuat dari bahan logam, kuningan, dan sejenisnya. Namun lain halnya dengan tarian yang satu ini.

Setiap jenis tari Barong menggunakan topeng dengan bentuk dan bahan yang berbeda-beda.

Misalnya pada tari Barong Brutuk. Topeng yang digunakan dalam tarian ini terbuat dari batok kelapa.

Lain halnya dengan Barong Ket. Topeng yang digunakan terbuat dari kayu. Kayu yang digunakan bukan sembarang kayu pohon melainkan dari kayu pohon keramat.

Bentuk topengnya pun bermacam-macam, mulai dari bentuk menyerupai babi, gajah, hingga harimau. Hal ini tentunya disesuaikan dengan jenis tari Barong yang akan dibawakan nantinya.

2. Kostum: Berbagai Bahan

Keunikan yang kedua adalah pada kostumnya.

Kostum yang dipilih dalam setiap tarian Barong cukup unik. Misalnya pada tari Barong Brutuk. Tarian ini menggunakan daun pisang kering sebagai bahan kostumnya.

Selain itu kostum dalam tari Barong Ket ini dibalut dengan bulu tebal berwarna putih hampir menutupi wajah serta dihiasi dengan perhiasan emas dan pecahan kaca.

3. Musik pengiring

Alunan gamelan batel menjadi ciri khas dari tari Barong. Alunan gending Bali yang mengiringi gerakan tari Barong seakan menghipnotis penontonnya.

Hasilnya, banyak penonton yang menyukai alunan tersebut dan menikmatinya.

4. Ritual Sesepuh Adat

Sebelum pertunjukan dimulai, para tetua adat akan melakukan ritual pemanggilan roh.

Ritual inilah yang membuat tarian terlihat lebih positif. Bahkan dalam ritual ini, Barong akan diarak terlebih dahulu.

Pola Lantai Tari Barong

Pola lantai vertikal tari Barong Bali
sumber:knowindonesia.com/Delweys Octoria

Tari Barong Bali mempunyai pola lantai vertikal.

Pola lantai vertikal mempunyai ciri yang berbeda-beda, yaitu posisi penari membentuk garis vertikal atau garis lurus dari depan ke belakang atau sebaliknya.

Pola ini sering digunakan dalam tari klasik karena dapat memberikan kesan sederhana yang kuat. Selain itu, mengisyaratkan makna hubungan antarmanusia dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam latihannya, para penari akan membentuk barisan dari depan ke belakang.

Sedangkan untuk gerakannya sendiri terbagi menjadi tiga bagian.

Awalnya Barong akan diarak terlebih dahulu sebagai bentuk ritual sebelum pertunjukan dilaksanakan.

Prosesinya akan dilakukan secara khusus oleh para tetua adat setempat.

Kedua, gerakan penari depan. Pada gerakan ini penari depan/pertama menggerakkan kepala dan kaki depan Barong.

Gerakan kepala dilakukan dengan cara menggoyangkan atau mengangkat kepala Barong. Sedangkan gerakan kaki depan dilakukan dengan cara mengayunkan kaki secara bergantian.

Ketiga, gerakan penari punggung. Gerakan selanjutnya akan dibawakan oleh penari kedua dari penari Barong.

Penari ini berada di belakang penari pertama. Tugas penari kedua ini adalah menggerakkan kaki belakang dan ekor Barong.

Wisata Tari Barong Bali

Siapa yang masih menganggap tari Barong Bali hanya untuk kegiatan adat saja?

Bagi yang belum tahu, tari Barong Bali kini bisa dinikmati oleh siapa saja. Pasalnya, ada wisata yang menyuguhkan pertunjukan kesenian Barong.

Hal yang membedakan tari Barong untuk sekedar hiburan dan kepentingan adat adalah pelaksanaan, kepemimpinan, pelaku, waktu, tempat, gerak, cerita, dan tata cara ritual tari Barong.

Jenis tari Barong yang sering dijadikan sebagai wisata atau hiburan adalah tari Barong Ket.

Nah sobat MI, pertunjukan tari Barong bisa kamu temukan di Desa Batu Bulan, Gianyar atau Kesiman, Denpasar.

Selain itu, Pulau Dewata yang ikonik yakni Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana juga menyuguhkan pertunjukan tari Barong Bali.

Demikianlah sejarah tari Barong Bali. Sekarang Anda sudah tahu sejarah tari Barong, dan seperti apa pola lantainya. Kalau ke Bali jangan lupa nonton acaranya ya sob MI.

Jangan lupa untuk terus membaca postingan kami ya sobat MI. Ini mudah dilakukan dengan mengklik Di Sini. Rasakan manfaat, kesenangan, dan keseruan mengenal Indonesia melalui postingan di website dan akun media sosial Mengenal Indonesia.

Leave a Comment