Makna Warna Seragam Sekolah di Indonesia

Arti warna seragam sekolah di Indonesia sangatlah khas. Membahas hal ini tak terasa sudah setahun kita tidak bisa melakukan aktivitas yang biasa bisa dilakukan secara langsung karena pandemi. Penyakit virus corona (Covid-19), salah satunya bersekolah. Bahkan banyak yang bilang sekolah adalah masa terindah, setuju TIDAK, Di Sini? Ada benarnya, Bagaimanapunkarena di sekolah selain kita bisa belajar, kita juga bisa bermain bersama teman-teman di sekolah.

Tak hanya itu, di sekolah kita juga diajarkan berbagai hal yang tidak bisa kita dapatkan di luar sekolah. Kenangan semasa sekolah juga sulit untuk dilupakan. Lupa mengerjakan tugas, tidak membawa buku, terlambat ke sekolah, dihukum karena berkeliling lapangan, dan dipanggil oleh guru pembimbing adalah beberapa kenangan yang sulit untuk dilupakan, bahkan terkadang lucu untuk diingat. Salah satu ciri yang membedakan anak yang masih bersekolah dan yang tidak adalah penggunaan seragam. Yup, anak sekolah memang identik dengan seragam. Tapi kau tahu, BagaimanapunDok, apakah ada filosofi tersendiri mengenai warna seragam sekolah di Indonesia? Kalau belum tahu, yuk berdiskusi!

Seperti yang telah kita ketahui, setiap jenjang pendidikan mempunyai warna yang berbeda-beda. Arti warna seragam sekolah, seperti merah putih untuk sekolah dasar (SD), biru putih untuk sekolah menengah pertama (SMP), dan abu-abu putih untuk sekolah menengah atas (SMA). Nah, pemakaian seragam ini sebenarnya sudah ada sejak zaman penjajahan, tepatnya pada zaman penjajahan Jepang lho! Dilansir dari Ilmupedia.com, saat itu memang ada aturan standar pakaian bagi siswa, namun pihak berwenang belum menentukan warna apa yang ditetapkan untuk setiap jenjang pendidikan. Tujuan dari penggunaan seragam bagi siswa sekolah sendiri adalah sebagai simbol kesetaraan sosial bagi seluruh siswa.

Beberapa tahun kemudian, pada masa pemerintahan Soeharto, pada 17 Maret 1982, dikeluarkan surat keputusan tentang pemisahan warna seragam sekolah. Pemaknaan warna seragam sekolah juga berasal dari ide yang dicetuskan oleh Bapak Idik Sulaiman yang saat itu menjabat sebagai Direktur Pembinaan Siswa Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Kemudian, keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 52. Selain berperan dalam menentukan makna warna seragam sekolah, ia juga merupakan orang yang berperan dalam lambang OSIS dan Paskibraka. , Kamu tahu!

Leave a Comment