Hukum Menyapu, Memasak dan Mencuci Pakaian Suami bagi Istri Menurut Syariat Islam

Ihwal.id – Sudah menjadi kebiasaan di Indonesia bahwa istri bertugas mengurus pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci, mengasuh anak atau yang dalam bahasa Jawa disebut 3M (macak, manak, masak).

Sedangkan suami bertugas mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan ada juga istri yang merangkap pekerjaan selain melakukan 3M.

Sungguh mulia dan luar biasa perempuan Indonesia. Berbahagialah menjadi wanita Indonesia.

Baca Juga: Tenangkan Hati dengan Sholat Tengah Malam. Berikut Tata Cara dan Doa Sholat Tengah Malam

Sebagai seorang wanita, pernahkah tersirat dalam benaknya bahwa melakukan pekerjaan rumah tangga seperti memasak, menyapu, dan mencuci pakaian suami merupakan suatu kewajiban atau hanya sekedar kebiasaan? Untuk lebih jelasnya mari kita berdiskusi.

Menurut Imam Syafi’i, tidak wajib menyapu, memasak, mencuci pakaian suami dan sejenisnya, namun hukumnya wajib bagi suami untuk memberitahukan istrinya bahwa melakukan hal tersebut di atas tidak wajib.

Namun lain halnya jika suami menyuruh istrinya melakukan pekerjaan di atas, maka hukumnya menjadi wajib. Disini kewajibannya bukan karena kewajiban melakukan pekerjaan, melainkan wajib karena memenuhi perintah suami.

Baca Juga: Tips Parenting, Apa Tujuan Menikah dengan Wanita Sholehah?

Kartu Kredit yang Dapat Digunakan Kembali : Jika Anda Tidak Dapat Melakukannya ة أن تسجد لزوجها ولو أن رجلا أمر امرأته أن تنقل من جبل أسود إلى جبل أحمر أو من جبل Anda tidak perlu khawatir tentang hal ini. dan itu adalah hal yang baik.

Al-Jauzajani berkata: Nabi SAW bersabda: “Ketika aku menjadi orang yang menyuruh seseorang sujud, maka sesungguhnya aku menyuruh wanita (istri) untuk sujud kepada suaminya. Ketika seorang laki-laki (suami) menyuruh istrinya berpindah dari gunung hitam ke merah gunung atau dari gunung merah ke gunung hitam, wajib bagi istri melakukannya.” SDM. Al-Jauzajani dengan sanadnya.

Baca Juga: Parenting Study 01: Siapakah Wanita Sholehah dan Pria Sholeh?

As-Syankithi al-Hanbali dalam bukunya “Umdatul fiqhi” juz 6 halaman 360: “Bagi perempuan ada beberapa haknya, adapun laki-laki juga ada haknya, yaitu hal-hal yang ma’ruf. terkadang urf (adat istiadat) itu seperti perkataan mayoritas ulama (kebanyakan ulama).

Adat istiadat para sholihiin dan umat Islam di segala zaman dan usia adalah perempuan harus melayani pekerjaan rumah tangganya. Lihatlah Ummul mu’minin, mereka mengerjakan pekerjaan rumah Rasulullah SAW dalam hadis shohihaini dari Ummul mu’minin Aisyah.”

Baca Juga: 5 Tanda Seseorang Belum Siap Menikah, Adakah Anda?

Leave a Comment