Cara Daftar Polsuska PT KAI Persero. Belum Buka, Pantau Terus Info Rekrutman KAI 2023 di recruitment.kai.id

PONTANAKGLOBE.COM – Sobat Globe, Polisi Khusus, atau Polsus adalah instansi dan/atau badan pemerintah yang menurut atau berdasarkan undang-undang berwenang menyelenggarakan fungsi Kepolisian di bidang teknisnya masing-masing.

Polsus berfungsi sebagai pihak yang membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam melaksanakan tugasnya sebagai Pembawa Fungsi Kepolisian.

Polisi Khusus Perkeretaapian atau Polsuska adalah instansi dan/atau badan pemerintah yang menjalankan fungsi Kepolisian di bidang Perkeretaapian.

Polsuska mempunyai tugas melaksanakan pengamanan, pencegahan, penangkalan, dan penindakan non-yudisial sesuai dengan bidang teknisnya masing-masing sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang menjadi landasan hukum di bidang perkeretaapian serta menyelenggarakan ketertiban di bidang kereta api, pada stasiun dan semua aset perusahaan termasuk kereta api.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Kepolisian mempunyai peran sebagai berikut:

  1. Menerapkan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
  2. Sebagai mitra Polri dalam melaksanakan tugas penegakan peraturan perundang-undangan yang bersifat preemptif, preventif, dan represif non-yudisial;
  3. Mencegah, menangkap, menyelidiki, dan membuat laporan kejadian atas setiap kegiatan yang ditanganinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Salah satu unsur pelayanan kepada pengguna jasa kereta api, Polsuska dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh pengguna jasa kereta api, serta mempunyai tanggung jawab terkait dengan keamanan dan ketertiban pengguna jasa kereta api baik pada saat perjalanan di dalam kereta api maupun di stasiun dan objek. . vital baik stasiun maupun aset milik KAI.

Berjalan lurus berseragam bak personel Brimob Polri, aktivitasnya selalu hadir menemani kondektur dalam pengecekan tiket penumpang kereta api.

Merekalah yang disebut Polsuska, walaupun dilengkapi atribut baret ala militer dan membawa perlengkapan pemberantasan kejahatan, namun peran Polsuska tetap sebagai aparat keamanan sipil.

Contoh pengamanan dan penegakan non-yudisial adalah menindak penumpang yang merokok di kereta api lokal (KRD, KRL), penumpang kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif dilarang merokok baik di kursi, dekat pintu (Pordes) maupun di toilet.

Jika ada penumpang yang kedapatan merokok oleh petugas kereta, Polsuska akan menindak tegas.

Penumpang diperingatkan dan diturunkan di stasiun berikutnya dan diberikan kepada petugas di stasiun tempat penumpang diturunkan.

Tak hanya itu, sebelum menindak penumpang nakal tersebut, Polsuska memberikan laporan kepada pengemudi dan kondektur mengenai hal tersebut.

Merujuk sejarahnya, Polsuska dibentuk di lingkungan PJKA pada tahun 1971 dengan nama awal Polisi Kereta Api (PKA).

Biasanya anggota Polsuska berasal dari anggota TNI/Polri yang ditugaskan (BKO) hingga PJKA.

Namun dalam perkembangannya, status perusahaan berubah dari PJKA menjadi PERUMKA yang kemudian menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero) di bawah Kementerian BUMN.

Leave a Comment