5 Organisasi Wartawan yang Terdaftar di Dewan Pers: Ada PWI

Dewan Pers Indonesia setidaknya telah menyetujui 5 organisasi jurnalis yang terdaftar di Dewan Pers. Bagaimana menurutmu?

organisasi jurnalis yang terdaftar di dewan pers
sumber: pexels/Markus Winkler

5 Organisasi Jurnalis yang Terdaftar di Dewan Pers

Berikut organisasi jurnalis yang terdaftar di Dewan Pers.

1. Persatuan Wartawan Indonesia

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) merupakan organisasi jurnalis pertama di Indonesia. PWI didirikan pada tanggal 9 Februari 1946 di Surakarta, Jawa Tengah.

Kelahiran PWI dijadikan sebagai Hari Pers Nasional. Setiap tahunnya, organisasi jurnalis dan masyarakat Indonesia merayakan hari besar jurnalisme ini.

Keanggotaan PWI

PWI mempunyai anggota dari seluruh Indonesia.

Ikatan Jurnalis Indonesia beranggotakan para jurnalis Indonesia yang melakukan kegiatan jurnalistik melalui media cetak, penyiaran, siber, serta orang-orang yang berjasa dalam organisasi tersebut.

Melansir dari situs Persatuan Wartawan Indonesia, saat ini jabatan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia dijabat oleh H. Atal S Depari.

Sedangkan keanggotaan PWI meliputi anggota muda, anggota biasa, anggota luar biasa, dan anggota kehormatan.

Kongres IWI

Persatuan Wartawan Indonesia mengadakan kongres setiap 5 tahun sekali.

Dalam kongres tersebut ditentukan:

  1. Aturan Dasar dan Aturan Rumah Tangga.
  2. Kode Etik Jurnalistik PWI dan Kode Etik Jurnalis.
  3. Program kerja
  4. Lambang PWI, Spanduk, Lencana, Nyanyian Rohani, dan Mars.
  5. Pemilihan Ketua PWI Pusat serta visi dan misi lima tahun ke depan.

2. Aliansi Jurnalis Independen

Organisasi jurnalis ini berdiri sejak 7 Agustus 1994 di kota Bogor.

Sejarah Lahirnya AJI

Aliansi Jurnalis Independen atau AJI lahir sebagai respon komunitas pers Indonesia terhadap kesewenang-wenangan Orde Baru.

Pada tanggal 21 Juni 1994, media massa detik, redaksi dan tempo dihantam Orde Baru.

Pukulan penutupan media di atas disebabkan oleh sikap kritis jurnalis terhadap pemerintahan Orde Baru.

Tindakan represif ini menumbuhkan rasa solidaritas di kalangan jurnalis dan kolumnis hingga berujung pada perlawanan.

Pada tanggal 7 Agustus 1994, 100 jurnalis dan kolumnis menuntut hak masyarakat atas informasi, menentang pembatasan pers, dan menolak satu forum bagi jurnalis.

Aksi mereka dilakukan di Sirnagalih, Bogor. Berkat aksi tersebut lahirlah Deklarasi Sirnagalih dan berdirinya AJI.

Pada masa Orde Baru, AJI merupakan organisasi terlarang. Dalam menjalankan visi dan misinya, AJI bergerak melalui gerakan bawah tanah.

Organisasi Pendukung AJI

AJI dikenal oleh organisasi pers bahkan masyarakat sebagai pembela kebebasan pers.

Lembaga pers yang telah mengakui komitmen AJI dalam membela kebebasan pers adalah Federasi Jurnalis Internasional (AJI), pasal XIX, dan International Freedom Expression Exchange (IFEX).

Tanggal 18 Oktober 1995, AJI resmi menjadi anggota IFJ. IFJ adalah organisasi jurnalis yang berbasis di Brussels, Belgia.

Tak hanya diakui sebagai lembaga pers yang berkomitmen terhadap visi dan misinya, AJI juga mendapat penghargaan. Penghargaan tersebut datang dari Committee to Protect Journalists (CPJ), Freedom Forum (AS), International Press Institute (IPI-Vina), dan Global Network of Editors and Media Executive (Zurich).

kepengurusan AJI

AJI dijalankan oleh pengurus sehari-hari yang dibantu oleh koordinator wilayah dan biro khusus.

Dalam menjalankan pengurusan organisasi, ketua umum dan sekjen AJI dibantu oleh koordinator divisi dan para anggotanya. Selain itu juga didukung oleh manajer kantor dan staf pendukung.

Untuk mengendalikan penggunaan dana organisasi, dibentuk Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Anggota BPK dipilih dalam Kongres.

Aliansi Jurnal Independen juga memiliki Dewan Kode Etik. Lembaga ini berfungsi memberikan kritik dan nasehat terhadap permasalahan pelanggaran kode etik dalam organisasi.

Program Kerja AJI

Secara garis besar program kerja AJI adalah mensosialisasikan nilai-nilai ideal jurnalisme dan meningkatkan kesadaran akan hak-hak jurnalis.

Sosialisasi ini meliputi pelatihan jurnalistik, diskusi, seminar, dan publikasi hasil kajian dan penelitian di bidang pers.

Sedangkan bentuk program pembelaan hak jurnalis adalah dengan adanya bantuan hukum dan kemanusiaan bagi jurnalis yang mengalami represi. Baik dari perusahaan pers, lembaga negara, maupun kelompok masyarakat.

Baca juga: Perjalanan karir Tirto Adhi Soerjo di dunia pers

3. Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia atau yang sering disebut IJTI merupakan organisasi yang menghimpun para jurnalis televisi.

IJTI didirikan setelah lengsernya Presiden Soeharto yaitu Agustus 1998.

Sejarah Munculnya IJTI

Berdirinya IJTI didasari perbincangan antara wartawan Indosiar dan SCTV tentang wadah pemberdayaan dan peningkatan profesi jurnalis televisi.

Percakapan tersebut terjadi pada 25 April 1998 di Pulau Panjang, Kepulauan Seribu. Dalam perbincangan tersebut, muncul ide untuk membentuk organisasi jurnalis televisi.

Tanggal 30 Mei 1998, pembentukan organisasi tersebut diwujudkan dalam pertemuan informal di Pasar Festival Kuningan, Jakarta Selatan. Yang hadir dalam pertemuan ini adalah reporter televisi dan juru kamera ANTV, Indosiar, SCTV dan RCTI.

Pertemuan tanggal 30 Mei itu membahas permasalahan yang dihadapi seorang jurnalis. Baik soal tidak adanya kode etik maupun adanya tekanan pembatasan hak jurnalis dari pihak tertentu.

6 Juni 1998 dideklarasikan terbentuknya Forum Komunikasi Jurnalis Televisi. Tujuan dari forum ini adalah sebagai wadah pemberdayaan dan peningkatan profesionalisme jurnalis televisi.

Tanggal 30 Juni 1998, diadakan pertemuan antara pemimpin redaksi dan anggota forum ANTV. Dalam forum inilah gagasan pembentukan organisasi jurnalis dimatangkan.

Setelah itu, dibentuklah panitia penyelenggara Kongres I Persatuan Jurnalis Televisi Indonesia.

Kongres IJTI

Kongres Persatuan Jurnalis Televisi Indonesia diadakan setiap tiga tahun sekali di Jakarta.

Kongres 1

Kongres IJTI yang pertama dilaksanakan di Hotel Menara Peninsula pada tanggal 8-9 Agustus 1998. Kongres ini dihadiri oleh 300 peserta yang berasal dari jurnalis TVRI, RCTI, SCTV, TPI, Indosiar dan ANTV.

Kongres 2

Kongres kedua dilaksanakan pada tanggal 26-27 Oktober 2001 di Hotel Santika, Jakarta.

Sebelum kongres, IJTI mengadakan seminar bertajuk “Meninjau Posisi Pers dalam Konteks Kepentingan Nasional”.

Keanggotaan IJTI

Diketahui, Ketua Umum IJTI periode 2021-2026 adalah Herik Kurniawan.

Keanggotaan IJTI meliputi ketua umum IJTI pusat, wakil ketua, wakil ketua, sekretaris jenderal, bendahara umum, ketua urusan organisasi, dan anggota.

4. Asosiasi Televisi Swasta Indonesia

26 Juli 2002 sejumlah stasiun televisi lokal menyatukan visi dan misinya dan mewadahinya dalam asosiasi Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI).

ATVLI menaungi sejumlah stasiun televisi yang memiliki liputan lokal. Cakupan disini adalah jangkauan siaran maksimal dalam satu provinsi/kota.

tugas ATVLI

Program yang dijalankan oleh Persatuan Televisi Swasta Indonesia adalah advokasi media, membangun kemitraan dengan berbagai pihak, sosialisasi anggota baik untuk kepentingan bisnis maupun non-bisnis.

Asosiasi Televisi Swasta Indonesia menjadi ujung tombak lahirnya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

5. Asosiasi Radio Penyiaran Swasta Nasional Indonesia

Persatuan Radio Penyiaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) adalah sebuah organisasi radio penyiaran swasta di Indonesia.

Lahirnya PRSSNI tidak lepas dari lahirnya siaran radio di Indonesia.

PRSSNI didirikan pada tahun 1974 dengan jumlah anggota 600 orang dan tersebar di seluruh Indonesia.

Gagasan Pokok PRSSNI

Diketahui, PRSSNI diketuai oleh Erick Thohir. Erick Thohir menjabat sebagai Ketua Umum PRSSNI Pusat periode 2019-2023.

Dalam kepemimpinannya, Erick Thohir mempunyai 4 gagasan pokok dalam PRSSNI.

Gagasan tersebut antara lain 1) peningkatan daya saing industri radio, 2) peningkatan belanja iklan radio (Radex), 3) standarisasi pengelolaan radio, dan 4) sinergi pemerintah terhadap regulasi yang mendukung kemajuan industri.

Itulah 5 organisasi jurnalis yang terdaftar di Dewan Pers. Jangan lupa untuk terus membaca postingan kami ya sobat MI. Sangat mudah dengan sekali klik Di Sini. Rasakan manfaat, kesenangan, dan keseruan mengenal Indonesia melalui postingan di website dan akun media sosial Mengenal Indonesia.

Leave a Comment